Rabu, 06 Maret 2013

Jangan Bilang Rindu

Aku menulis ini bersama rasa sakit yang tidak benar-benar kamu pahami. Aku menatap laptopku dengan wajah masam, berujung pada perasaan yang tidak berhasil kautebak. Mengertikah kamu, perjuanganku juga butuh kepedulianmu?

Entah karena kauterlalu bodoh untuk menilai atau terlalu egois untuk memaklumi. Aku mencoba sabar, mencoba sabar menghadapimu. Aku berusaha bertahan, berusaha mempertahankan yang harusnya aku lepaskan. Aku sudah menunggu sangat lama, mengharap pengertianmu menderas ke arahku. Tapi, hal itu tak kunjung kutemui. Kamu masih begitu, dengan omonganmu, dengan tingkahmu yang tak berubah.

Apakah kesabaran dan perjuangan yang kulakukan benar-benar tak terlihat di matamu? Kaumengetahui segalanya kan? Mengapa hanya diam dan bisumu yang selalu kudapati di hari-hari kebersamaan kita?

Aku ketakutan dan kedinginan sendirian. Kamu tak pernah ada di sini saat aku butuhkan. Aku juga tak paham lagi, pantaskah kebersamaan kita terus aku perjuangkan? Pantaskah sosokmu selalu kupertahankan? Jika yang kudapatkan hanya pengabaian, ketidakpedulian dan kebohongan; bagian manakah yang bisa memberi kebahagiaan?

Kamu jauh di sana, tak banyak yang kaulakukan selain mengirim pesan singkat atau menyapaku dari ujung telepon. Tak banyak yang bisa kita lakukan selain saling merindukan. Rasa perih itu semakin membesar, membentuk luka yang mungkin sulit sembuh. Semakin sering aku tak melihatmu, ketakutanku di sini semakin menebal.

Perlukah aku membandingkan kamu dengan pria-pria lain yang lebih pandai meluangkan waktunya untukku, daripada sedikit waktu yang kauluangkan untukku? Kamu tak pernah peduli pada sakitku, perihku, dan sedihku. Kaubiarkan aku menyelesaikan segalanya sendirian.

Inikah wujud kepedulian yang selalu kauributkan denganku? Mana kepedulianmu? Mana kehadiranmu? Kosong!

Jangan bilang rindu, jika kautak bisa ke sini untuk buktikan perasaanmu.




Author         : Dwita Sari
Twitter         : @dwitasaridwita
Blog             : http://dwitasarii.blogspot.com

Senin, 04 Maret 2013

Hati Yang Kau Sakiti

Aku di sini, duduk terdiam bersama serpihan perihku. 
Sakit ku mengingat saat kau di sisiku. 
Dulu, kau memberiku sebuah senyuman yang belum pernah ku dapatkan sebelumnya. 
Rasa itu terukir dalam dengan indah. 
Tapi tak ku sangka rasa sayang yang selama ini kau beri hanyalah kebohongan belaka.
Rasa cintaku yang begitu tulus kau balas dengan rasa sakit yang begitu dalam. 
Entah apa salah dan dosaku padamu, sehingga kau tega menyakiti hati dan perasaanku.
Tak ada lagi kata yang bisa menggambarkan rasa sakitku yang begitu dalam. 
Kini ku merasa, kau adalah orang terjahat yang pernah ku temui selama hidupku.

 

Copyright @ 2013 Fandi Memories.